Sabtu, 11 Mei 2013

TUGAS 4


1.   Jika terjadi perderan uang di Indonesia dianggap dapat menimbulkan inflasi. Maka BI sebagai pelaksana kebijakan moneter, tindakan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut

a. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal.
Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrument-instrumen berikut:
• Politik diskoto (Politik uang ketat): bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan tingkat bunga sehingga mengurangi keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat. Akibatnya, jumlah kredit yang dikeluarkan oleh badan-badan kredit akan berkurang, yang pada akhirnya mengurangi tekanan inflasi.
• Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.Operasi pasar terbuka (open market operation), biasa disebut dengan kebijakan uang ketat (tight money policy), dilakukan dengan menjual surat-surat berharga, seperti obligasi negara, kepada masyarakat dan bank-bank. Akibatnya, jumlah uang beredar di masyarakat dan pemberian kredit oleh badan-badan kredit (bank) berkurang, yang pada akhirnya dapat mengurangi tekanan inflasi.
• Peningkatan cash ratio:Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang. Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.

b. Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang berhubugan dengan finansial pemerintah. Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.
• Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak. Dan juga akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang.


c. Kebijakan Non Moneter
Kebijakan non moneter adalah kebijakan yang tidak berhubungan dengan finansial pemerintah maupun jumla uang yang beredar, cara ini merupakan langkah alternatif untuk mengatasi inflasi. Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya.

Cara ini cukup efektif mengingat inflasi disebabkan oleh kenaikan jumlah barang konsumsi tidak seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu pemerintah membuat prioritas produksi atau memberi bantuan (subsidi) kepada sektor produksi bahan bakar, produksi beras.
• Menekan tingkat upah.

tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah tidak sering dinaikan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.
• Pemerintah melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetapkan harga maksimal.
• Pemerintah melakukan distribusi secara langsung.

Dimaksudkan agar harga tidak terjadi kenaikan, hal ini seperti yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga tertinggi (harga eceran tertinggi/HET). Pengendalian harga yang baik tidak akan berhasil tanpa ada pengawasan. Pengawasan yang tidak baik biasanya akan menimbulkan pasar gelap. Untuk menghindari pasar gelap maka distribusi barang harus dapat dilakukan dengan lancar, seperti yang dilakukan pemerintah melalui Bulog atau KUD.
• Penanggulangan inflasi yang sangat parah (hyper inflation) ditempuh dengan cara melakukan sneering (pemotongan nilai mata uang).Sanering berasal dari bahasa Belanda yang berarti penyehatan, pembersihan, reorganisasi.
Kebijakan sanering antara lain:
· Penurunan nilai uang

· Pembekuan sebagian simpanan pada bank – bank dengan ketentuan bahwa simpanan yang dibekukan akan diganti menjadi simpanan jangka panjang oleh pemerintah.

Senering ini pernah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1960-an pada saat inflasi mencapai 650%. Pemerintah memotong nilai mata uang pecahan Rp. 1.000,00 menjadi Rp. 1,00.
• Kebijakan yang berkaitan dengan output.
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijakan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.
• Kebijakan penentuan harga dan indexing.
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price.
• Devaluasi adalah penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi biasanya pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing.

2.       Faktor utama penyebab timbulnya perdagangan Internasional

a. Perbedaan Kekayaan Sumber Daya Alam yang Dimiliki
Hal ini terjadi karena tiap Negara memiliki kekayaan alam yang berbeda beda. Oleh karena itu, masing-masing menghasilkan barang yang berbeda-beda pula. Ada Negara yang dapat memproduksi suatu barang secara berlimpah, sementara ada Negara yang kekurangan barang tersebut.

b. Perbedaan Kepemilikan Faktor Produksi
Suatu Negara mungkin memiliki factor produksi tenaga kerja dan upaya murah yang melimpah, tetapi tidak memiliki modal yang cukup. Sementara Negara lain sebaliknya memiliki modal melimpah, tetapi tidak memiliki banyak tenaga kerja. Perbedaan ini yang menyebabkan masing– masing Negara akan memproduksi barang sesuai dengan factor produksi yang dimiliki.

c. Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Penguasaan Teknologi
Suatu Negara yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi cenderung memproduksi barang yang membutuhkan teknologi yang canggih pula.

d. Perbedaan Harga Barang
Perbedaan ini mendorong masyarakat untuk melakukan perdagangan internasional. Karena masyarakat akan lebih suka membeli dari luar negeri bila memperoleh harga yang lebih murah dan cenderung lebih suka menjual ke luar negeri bila memperoleh harga yang lebih mahal.

e. Perbedaan Selera Masyarakat di Negara yang Berbeda
Selera masyarakat di setiap Negara berbeda beda. Sehingga hal ini memungkinkan terjadinya perdagangan internasional. Salah satu penyebab perbedaan selera adalah kebudayaan dan gaya hidup masyarakat yang beraneka ragam.                                                                 

3.      Aspek yang menunjukkan ciri- ciri suatu Negara yang telah berhasil membangun negaranya adalah


  •  Pertahanan dan Keamanan (Hankam)
    Negara yang berhasil pastinya dapat melindungi rakyat, wilayah serta pemerintahan dari ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. serta menjamin keamanan. ketika negara tidak bisa menghadirkan keamanan, maka kemakmuran dan fungsi sosial sudah pasti ikut runyam. Contoh : Penjagaan perbatasan yang intensif oleh TNI


  • Keadilan
Dapat menegakkan hukum secara tegas dan tanpa adanya unsur kepentingan tertentu. Setiap warga negara harus dipandang sama di depan hukum. Contoh : Penegakkan hukum melalui lembaga peradilan.
  • Pengaturan dan Ketertiban

Negara yang mempunyai peraturan (UU) dan peraturan-peraturan lainnya untuk menjalankannya agar terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Contoh : UU tentang Tindak Pidana Korupsi.

  • Kesejahteraan dan Kemakmuran
Negara yang telah mengeksplorasi sumber daya alam (SDA) dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan pendapatan rakyat      guna mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. contoh : pelatihan tenaga siap kerja.
  • Peningkatan kualitas hidup 

Negara yang telah berhasil pastinya memiliki penduduk yang berhasil pula melalui kinerja pemerintahan Negara yang menjalankan fungsi negaranya dengan baik. Dengan begitu terjadilah peningkatan kualitas hidup yang lebih tinggi. 


4.      Benarkah inflasi selalu merugikan?

Inflasi tidak selalu memiliki dampak yang negative. Di balik banyak nya dampak negative dari inflasi terdapat dampak-dampak positif yang ditimbulkan oleh inflasi itu sendiri antara lain: 


  1. Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
  2. Produksi barang-barang bertambah. Hal ini terjadi karena keuntungan pengusaha yang terus bertambah karena terjadinya inflasi.
  3. Kesempatan kerja bertambah. Lapangan pekerjaan semakin terbuka karena kegiatan produksi akan melebihi dari biasanya dan juga akan terjadi tambahan investasi.
  4. Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil kerana nilai mata uangnya yang kecil juga.
Adapun beberapa pihak yang sangat di untungkan dengan terjadinya inflasi di suatu Negara, yaitu :  
  1. Para pengusaha, yang pada saat sebelum terjadinya inflasi, telah memiliki stock/persediaan produksi barang yang siap dijual dalam jumlah besar.
  2. Para pedagang, yang dengan terjadinya inflasi menggunakan kesempatan memainkan harga barang. Cara yang dipakai adalah dengan menaikkan harga, karena ingin mendapatkan laba/keuntungan yang besar.

Sumber Referensi

Sabtu, 20 April 2013

TUGAS 2

Upaya Pemerintah Mengatasi Masalah Kemiskinan 


Beberapa langkah yang bisa dilakukan diantaranya adalah :

1.    Menciptakan lapangan kerja
Menciptakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Karena pengangguran merupakan faktor utama penyebab kemiskinan di Indonesia. Pemerintah memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis dan manajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang, perluasan pasar. Serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing di bidangnya.
Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yang menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang mampu mengembangkan usaha, menguasai teknologi dan informasi pasar dan peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan pihak lainnya. 


2.   Menghapuskan korupsi
Korupsi adalah salah satu penyebab layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang kemudian menjadikan masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara sebagaimana mestinya. Hak yang seharusnya diperoleh rakyat justru dinikmati demi kepentingan pribadi mereka yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya yang miskin makin miskin dan yang kaya semakin kaya.


3.   Menggalakkan program zakat.
Di indonesia, islam adalah agama mayoritas. Dan dalam islam ajaran zakat diperkenalkan sebagai media untuk menumbuhkan pemerataan kesejahteraan di antara masyarakat dan mengurangi kesenjangan kaya-miskin. Potensi zakat di indonesia, ditengarai mencapai angka 1 triliun setiap tahunnya. Dan jika bisa dikelola dengan baik akan menjadi potensi besar bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat. 


4.   Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer


 5.   Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
• Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit.


 6.   Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat


 7.   Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.



Jumat, 19 April 2013

TUGAS 1

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi dalam perekonomian suatu Negara

1) Suku bunga
2) Kondisi sarana dan prasarana
3) Birokrasi perijinan
4) Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat Negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat  propinsi dan kabupaten atau kota
5) Kualitas sumber daya manusia
6) Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan
7) Pengaruh nilai tukar
8) Stabilitas politik dan keamanan
9) Tingkat inflasi
10) Faktor sosial budaya      

2. Faktor faktor penentu pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi

a)  Faktor Sumber Daya Manusia
Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang.Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan. Semakin berkualitas sumber daya manusia yang dimiliki maka semakin baik output yang dapat dihasilkan


b)  Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian bedar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber saya alam yang dimaksud diantaranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.


c)  Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi dan inovasi yang dapat tercipta dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.


d)  Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.


e)  Sumber Daya Modal
Modal adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi atau menghasilkan produk lebih lanjut. Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah sumber daya alam dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


f) Agregat Demand
Dari sisi Agregat Demand, Faktor yang sangat dominan adalah perubahan permintaan domestik yang disebabkan oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan rill perkapita masyarakat dan perubahan selera masyarakat. Perubahan permintaan tidak hanya dalam arti peningkatan konsumsi tetapi juga perubahan komposisi barang-barang yang dikonsumsi. Perubahan komposisi ini dapat dijelaskan dengan teori Engel: Apabila pendapatan rill masyarakat meningkat maka pertumbuhan permintaan akan barang-barang non makanan akan lebih besar daripada pertumbuhan permintaan terhadap makanan. Pada umumnya makanan, seperti beras memiliki elastisitas pendapatan dari permintaan yang nilainya nol (kategori barang normal) atau negatif (inferior), sedangkan barang-barang non makanan seperti alat-alat rumah tangga dari elektronik dan baju, memiliki elastisitas yang positif dan besar (kategori ferior)


g)  Agregat Supply 
Dari sisi Agregat Supply, faktor-faktor penting diantaranya adalah pergeseran keunggulan komparatif, perubahan atau kemajuan teknologi, peningkatan pendidikan atau kualitas sumber daya manusia, penemuan-penemuan material baru untuk produksi, dan akumulasi barang modal. Semua hal ini memungkinkan untuk melakukan inovasi dalam produk dan proses produksi. Dalam hal pergeseran keunggulan komparatif menurut Chenery dalam Tambunan (2001) bahwa proses transformasi struktural akan berjalan lambat, bahkan ada kalanya berbalik atau mengalami kemunduran dalam arti terjadinya penurunan atas kontribusi output industri manufaktur dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), jika keunggulan komparatif tidak berjalan sesuai dengan arah pergeseran pola permintaan domestik ke arah output industri manufaktur dan pola perubahan dalam komposisi ekspor. Perubahan struktur ekonomi dari sisi Agregat Supply juga diakibatkan oleh realokasi dana investasi dan resources utama lainnya, termasuk teknologi dan tenaga kerja atau sumber daya manusia dari satu sektor ke sektor lain. Realokasi ini dapat terjadi disebabkan karena adanya perbedaan produktivitas atau pendapatan rill antar sektor, adanya kemiskinan di salah satu sektor ataupun karena adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang lebih menguntungkan sektor-sektor tertentu, misalnya kebijakan industrialisasi dan kebijakan perdagangan luar negeri yang mengutamakan pembangunan atau pertumbuhan output di sektor industri.


SUMBER REFERENSI : 


Selasa, 26 Maret 2013

mempesonaku

Mempesonaku..
by: Mario Zefanya

aku mencintaimu bukan karena kau mempesonaku..
tetapi engkau mempesonaku karena aku mencintaimu

Jumat, 08 Maret 2013

Tulisan-1

‘Untidy’ but “BEAUTIFUL”

INDONESIA…..
Apa sih yang terlintas di fikiran kita kalo denger kata ini?
Negara? Yap Negara kita tercinta, tanah kelahiran, tempat dibesarkannya pemuda pemudi *halah
Atau ada yang kepikiran KORUPSI? Haha bisa jadi sih
Tapi terlepas dari hal negative yang satu itu , dan bagaimanapun juga ,disinilah kita tumbuh dan dibesarkan sampai detik ini
Negara dengan kepulauan terbesar di dunia, beragam suku dan bahasa, beragam budaya yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dari sabang sampai merauke.
Tapi secara pribadi yang ada di pikiran gua kalo denger “Indonesia” adalah “suck but beautiful”
Nah disini gua pengen sharing sedikit cerita tentang Indonesia dari beberapa aspek.

1.      PEMERINTAHAN
Bentuk pemerintahan di Indonesia menganut sistem demokrasi. Yaitu kedaulatan
kerakyatan, dengan kekuasaan tertinggi terletak di tangan rakyat.
Untuk menjalankan itu dibentuklah pilar pilar yang bertugas sesuai perannya.
Disebut juga dengan azas trias politica yang membagi kekuasaan politik Negara . yaitu eksekutif, legislative dan yudikatif
Ketiga jenis lembaga lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan yudikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.
Contoh penerapan demokrasi di Indonesia adalah dilaksanakannya Pemilihan Umum (pemilu) untuk menentukan pemimpin. Baik di daerah hingga kota kota besar.
Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa Sistem pemerintahan Demokrasi adalah sistem pemerintahan suatu negara yang kekuasaannya mutlak di tentukan oleh rakyat / melalui perwakilan rakyat.

2.      SENI BUDAYA
Mungkin kalau dibandingin sama Negara lain di dunia, kita boleh bangga sama Negara kita yang punya banyak kesenian dan budaya.
Budaya Indonesia tergolong unik karena jarang ditemukan kesamaan dengan budaya Negara lainnya.
Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang berbeda beda tiap daerahnya, setiap daerah punya kesenian dan budayanya masing masing dengan sejarah dan keunikan yang berbeda pula.
Kesenian dan budaya tiap daerah mempunyai makna dan nilai sejarahnya sendiri, entah itu datang dari kebiasaan masyarakatnya sendiri dan ada pula yang diturunkan dari leluhur mereka yang lebih dulu tinggal di daerah tersebut.
Contoh dari seni budaya itu sendiri adalah berupa seni tari, musik, lukis, makanan khas, cerita rakyat, wayang, alat musik tradisional, dan adat yang berkembang di tiap daerah.
Seni itu tidak dapat dinilai jika hanya dilihat dari satu sisi saja, karena seni maupun kebudayaan itu lahir dari hasil pemikiran ataupun kebiasaan. Serta tidak mudah menghasilkan sebuah karya seni.
Menghargai dan melestarikan kebudayaanlah yang seharusnya kita lakukan sebagai generasi penerus..

3.      PARIWISATA
Sektor pariwisata Indonesia tak kalah menarik dibandingkan Negara lain di dunia.
Negara kita punya banyak tempat yang cocok untuk berwisata.
Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, secara tidak langsung Indonesia punya banyak sekali tempat yang menarik dikunjungi.
Beberapa yang yang terkenal misalnya pulau dewata, Bali. Bali menjadi andalan pariwisata Indonesia sampai saat ini. Banyak sekali tempat menarik di Bali. Pemandangannya yang indah, tempat tempat bersejarahnya serta masyarakatnya yang teteap mempertahankan kebudayaan menjadi hal yang menarik dari pulau dewata ini.
Tidak salah lagi banyak wisatawan lokal maupun mancanegara selalau mengunjungi Bali.




Tempat lainnya di Indonesia yang menjadi tujuan wisatawan adalah Sumatera Barat.
Daerah- daerah di Sumatera Barat ini memiliki tempat yang masih alami, belum banyak terjadi perubahan. Walaupun ada beberapa perubahan tapi tidak mengubah keaslian tempatnya. Contohnya adalah Bukittingi yang mempunyai banyak tempat bersejarah selama masa kemerdekaan Indonesia.



Tempat lainnya yaitu Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Yang menjadi andalan wisata daerah ini adalah pulau dan pantai nya yang indah.
Beberapa pulau  merupakan pulau tempat penyu-penyu bertelur. Ada kawasan yang menjadi tempat penangkaran penyu. Dan dikembangkan menjadi tempat penangkaran penyu sebagai obyek wisata berbasis lingkungan.


4.     TRANSPORTASI
Sama halnya dengan transportasi di Negara lain, transportasi di Indonesia terdiri dari transportasi darat,laut, dan udara.
Mobil, motor,kapal, dan pesawat terbang adalah transportasi umum yang dapat ditemukan dimana saja.
Tetapi ada beberapa transportasi yang  tergolong cukup unik dan jarang ditemukan kesamaan dengan Negara lain.
Adalah becak, gabungan antara sepeda dan gerobak. dimana kalau sepeda roda 2, becak roda 3. Tidak diketahui siapa yang membawa ataupun menciptakan becak di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Yang terpenting adalah semua orang Indonesia mengetahui becak itu seperti apa bentuknya.
Bentuknya yang unik dan designnya klasik, berbeda dengan alat transportasi umum lainnya.
Kebanyakan becak digunakan untuk menuju suatu tempat yang letaknya tidak terlalu jauh. Biasanya digunakan oleh wisatawan untuk menuju tempat yang letaknya tak jauh sambil menikmati perjalanan. Dengan biaya yang cukup murah.
Walaupun keberadaannya perlahan tergusur karena perkembangan zaman dengan banyaknya bermunculan alat transportasi yang lebih efektif dan efissien.
Namun segelintir masyarakat tetap setia dengan jasa transportasi unik ini.